Temari, si kunoichi dari Suna, memilih streetwear edgy: jaket kulit merah menyala, celana kargo, dan sepatu boots bertabur paku. “Di Suna, mode itu bukti eksistensi,” ujarnya sambil memamerkan kipas raksasanya yang kini didesain ulang jadi handheld fan mewah.
“Terima kasih untuk hari ini,” ujar Hinata lembut. Temari, si kunoichi dari Suna, memilih streetwear edgy:
Tengah malam. Mereka beristirahat di ryokan mewah. Naruto akhirnya diperbolehkan ikut after party . Tengah malam
Naruto menjerit. Para kunoichi tertawa bersama—bukan tawa ninja, tapi tawa sahabat sejati. Naruto menjerit
Hinata tersipu, tapi ketika Naruto tanpa sadar berujar, “Wah, Hinata cantik banget,” pipinya memanas, dan Byakugan -nya aktif sebentar—bukan untuk melawan, tapi untuk memastikan tidak ada lawan jenis lain yang melirik Naruto.
Restoran mewah dengan menu omakase terbaik di Konoha. Tsunade memesan sake termahal. “Santai, ini biaya operasional Hokage kehormatan,” ujarnya santai, membuat Sakura geleng-geleng.